DRIVING TUTORIAL – BELAJAR MENYETIR

Tags

, , , , , ,

Materi yang akan sayang haring pada bahasan kali ini adalah khusus “drive” atau mengemudikan roda empat (mobil) dengan spesifikasi SIM A.

Apakah anda driver pemula, atau baru belajar mengendarai mobil dan memerlukan beberapa informasi yang akan membantu meningkatkan kemampuan anda dalam mengemudi? Mudah-mudahan postingan saya kali ini dapat membantu Anda yang:

  1. Baru Mau Belajar
  2. Telah Belajar, ingin meningkatkan kemampuan mengemudi
  3. Masuk Jalan Bebas Hambatan (Tol)
  4. Parkir
  5. Masuk Gedung (Mal)
  6. Macet di Tanjakan
  7. Berkendara di Malam Hari
  8. Berkendara di Saat Hujan
  9. Psikologi driver
  10. Pantangan-larangan driver
  11. Dl

1. Baru Mau Balajar

Jika anda hendak belajar dan punya mobil, saya anjurkan anda TIDAK menggunakan mobil Anda langsung untuk belajar, kecuali Anda memang nekat. Saya anjurkan Anda ikut kursus Setir Mobil, minimal 10 Jam pelajaran/ 5 Jam dengan frekuensi Rutin. Jika oleh tempat kursus Anda dikasih jadwal yang loncat-loncat, jangan mau. Kalaupun Anda belajar selama 5 Jam misalnya, Anda minta rutin 5 hari berturut-turut. Syukur-syukur dapat jadwal dengan jam yang sama setiap harinya. Jangan lupa minta diskon dan menawar harga, siapa tahu dapat diskon.

2. Upgrade Kemampuan Menyetir Anda

Ketika anda sudah pernah belajar nyetir, anda tidak serta merta bisa langsung turun jalan. Dan jangan coba-coba. Anda harus meningkatkan kemampuan menyetir anda. Hasil belajar di awal mungkin sudah membuat anda bisa untuk menjalankan kendaraan, berhenti, dan memposisikan kendaraan dengan benar. Mungkin Anda bisa pada saat jalanan kosong. Tapi perlu diingat, masalah dan tantangan di jalan raya amatlah komplek. Berkendara di jalan raya, laksana kita masuk ke hutan rimba yang dipenuhi binatang buas, bahaya mengintai dimana-mana dan kapanpun. Oleh karena itu, diperlukan kemampuan yang cukup agar bisa aman di jalan raya.

Ketika anda sudah bisa menyetir tingkat dasar, anda harus banyak latihan di jalan raya yang ramai dan penuh dengan kemacetan, kalau perlu plus tanjakan dan macet. Nah, ketika anda mengupgrade kemampuan menyetir Anda, diperlukan mentor atau teman yang mampu mengarahkan dan membimbing anda secara teori maupun praktik.

Anda harus rutin belajar terutama menghadapi kemacetan, menjalankan kendaraan dengan pelan di saat macet, macet di tanjakan, berkendara dengan kecepan tinggi di jalan umum dengan aman, berkendara di jalan bebas hambatan, parkir di temapat yang sempit, masuk gang, berpapasan dengan kendaraan lain di jalan yang semput (muat satu mobil) dan lain-lain. Semua hal tersebut harus dilatih sampai Anda mahir dan “halus”.

Sekali lagi saya ingatkan, HARUS DIDAMPINGI. Siapa saja selama pendamping anda mampu mementor Anda dengan baik. Ingat

3. Masuk Jalan Bebas Hambatan (Toll)

Jalan bebas hambatan (Toll) merupakan salah satu tantangan tersendiri bagi pengendara. Pada jalan bebas hambatan ini kita selaku pengendara harus memiliki keahlian dan konsentrasi tingkat tinggi ketika melaluinya. Jika anda belum lancar di jalan umum dengan kecepan di atas rata-rata pada jalanan kosong (kecepatan di atas 60 KM/Jam) jangan coba-coba masuk ke jalan Toll.

Jalan Toll pada umumnya memilki batas kecepan terendah di atas 60 KM/Jam dan di Bawah 80 KM/Jam bahkan jika di Toll Jagorawi (Jakarta Bogor Ciawi) Batas maksimumnya bisa 100 KM/Jam. Dan perlu anda ketahui, tidak sedikit yang kecelakaan di jalur ini. Anda boleh cek sendiri beritanya di internet.

Ketika kita berada di jalan Toll, Sekian milimeter (mm) kita menggerakaan setir ke kiri atau ke kanan, maka dampak pada posisi mobil kita akan sangat besar. Oleh karena itu, kemahiran menjaga posisi kendaraan sesuai jalurnya sangatlah diperlukan. Selain itu, jarak antara kendaraan mobil di depan dan di belakang juga sangat berpengaruh. Ketika kita tidak siap, dan tiba-tiba mobil di depan kita berhenti atau mengurangi kecepatan, namun saat itu kita sedang melirik, satu detik saja, maka bisa jadi kita sudah menabrak mobil di depan kita. Itulah mengapa, kita harus benar-benar menguasai kemampuan menyetir kita. Karena, nyawa taruhannya.

 

 

 

 

 

Advertisements