Manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah swt. Ibadah memang memiliki dimensi yang luas, yang penting dikerjakan dengan niat karena Allah dan tidak menyimpang dari aturan-aturan Allah.

Dalam hidup manusia sering sekali lupa akan siapa dirinya, lupa akan Tuhan yang telah memberikan kehidupan kepadanya. Lupa bahwasannya setiap hari dia bernafas dengan udara-Nya, hidup dengan rezeki-Nya. Namun meskipun demikian, Allah tetap saja memberikan kesempatan bagi hamba-hamba-Nya agar kembali kejalan-Nya dengan bertaubat dan menyesali segala kesalahannya selama ini.

Ya memang selama nafas berhembus taubat kita sangatlah dituggu oleh sang Khalik, asalkan kita tidak mensekutukan-Nya.

Kemegahan duniawi memang sering membuat kita lupa, dan terbuai. Padahal kalau dipikir-pikir semua itu semu belaka. Ketika kita mengumbar syahwat, itu hanya sekejap. Ketika kita menyantap makanan yang paling lezat pun itu hanya dimulut dan hanya beberapa saat setelah itu tetap saja jadi kotoran yang sangat menjijikan. Nah, itulah ternyata nafsu yang sering membuat kita buta.

Mudah-mudahan saja kita tergolong orang yang suka akan kebaikan, suka bertaubat dan cepat sadar ketika kita lupa kepada Allah swt.