Merupakan sebuah kebiasaan temen-temen ekspedisi apabila sebelum berangkat memasarkan buku pastilah ngobrol rame-rame di gudang sambil mempersiapkan buku. Ngobrolnya apa aja, ngaler-ngidul sesuai kehendak. Terkadang membahas hal-hal yang serius tetapi kebanyakan bercanda.

Ialah Abdullah Umar salah satu temen kerja saya, ia bernarasi tentang Polisi yang menangkap pembuat SIM palsu yang beberapa waktu lalu tertangkap. Ia membahas bahwa sebenarnya para penjahat (pemalsu) itu sebaiknya jangan dihukum tetapi justru diarahkan dan kemampuannya itu dimanfaatkan untuk kepentingan negara.

Ia juga menambahkan dengan contoh lain yaitu para perakit bom, menurutnya para perakit bom itu sebaiknya dipekerjakan sehingga keahliannya itu dapat dimanfaatkan oleh negara. Hukuman yang semestinya dia terima anggaplah sudah ditebus dengan pengabdiannya tersebut.

Saya yang mendengarkan berpikir ternyata apa yang ia omongkan itu ada benarnya juga. Memang benar kebanyakan orang yang melakukan kejahatan berupa pemalsuan-pemalsuan adalah orang-orang yang memiliki kelebihan. Bayangkan saja, barang yang palsu saja bisa sulit diketahui.

Sebenarnya tujuan utama mereka kan mencari uang, kenapa tidak dipekerjakan saja? Padahal potensi yang mereka miliki itu berlebih. Mereka memang kriminal tetapi mereka kan hanya menyalahi administrasi saja. Tidak sekejam membunuh.

Pendapat Anda!