Anda pernah berpikir mengapa harapan Anda belum terwujud?
Doa-doa pada setiap malam yang aku haturkan belum terijabah, apa gerangan yang membuat demikian?
Kita sebagai individu yang penuh dengan kekurangan tidak akan mampu menghadapi berbagai persoalan hidup tanpa pertolongan dari Allah. Untuk mendapatkan pertolongan Allah ini kita harus berdoa. Namun, tak selamanya doa itu manjur, karena adanya hijab yang membuat doa kita terhalang. Salah satunya adalah dosa kita. Untuk itu kita memerlukan bantuan dalam menggapai pertolongan Allah tersebut.
Seorang ustadz pada pengajian pagi di sebuah radio bertutur tentang seorang ibu yang sudah bertahun-tahun menikah tetapi belum dikaruniai anak oleh Allah subhanahu wata’ala. Berbagai upaya telah dilakukan tetapi toh tanda-tanda akan mempunyai anak belum muncul. Akhirnya dia bertemu dengan seorang kyai di Bandung dan dia pun meminta sebuah doa dari kyai itu, dan kyai itu memberi sebuah doa. Selain memberikan sebuah doa untuk diamalkan, kyai tersebut pun memberikan sebuah pesan kepada si ibu tadi untuk mencatat siapa-siapa saja temannya yang juga menginginkan kehadiran seorang anak. Kemudian, si ibu menulis. Ada beberapa nama yang ia tulis dan ia serahkan kepada kyai itu. Lalu kyai itu berkata, “itu bukan untukku, tetapi untukmu, kamu doakan mereka agar mereka diberi apa yang mereka harapkan”.
Terselang beberapa bulan, si ibu tadi memeriksakan dirinya ke dokter dan alhasil ternyata dia dinyatakan positif hamil.
Lalu apa yang mesti kita perhatikan dari kisah tersebut di atas?
Yang mesti kita perhatikan dari kisah tersebut adalah bahwasanya apabila kita menginginkan doa kita dikabulkan oleh Allah azza wajalla, maka kita harus mendoakan orang lain. Mengapa demikian? Karena dengan kita mendoakan orang lain maka kita akan didoakan oleh para malaikat. Dengan demikian, kita akan terbantukan oleh doa makhluk Allah yang selalu taat itu.
Jangan lupa, jaga keikhlasan doa kita dengan merahasiakan bahwa kita telah mendoakannya.