Sepertinya, … momentum tahun baru hijriyah tak se-semarak tahun baru Masehi. Tak ada yang digembor-gemborkan untuk diikuti atau dihadiri. tapi, … bukan berarti kita harus ciut dan tak bersemangat untuk memanfaatkan momentum ini. Momentum di mana rasulullah mengajarkan kepada kita umatnya untuk senantiasa mengoptimalkan nalar dan ikhtiar.

Menelisik sedikit dari kisah hijrahnya Nabi Muhammad saw., ketika beliau hendak berhijrah maka beliau menggunakan nalar atau pikirannya untuk dapat pergi dengan aman ke kota yatsrib (madinah) dengan aman. Betapa tidak, saat itu kaum Quraisy berniat membunuh rasul.

Tapi dengan izin Allah, berkat kecerdikan beliau memanfaatkan segala potensi maka beliaupun dapat lolos dari niat jahat kaum tersebut. Padahal, kalau kita perhatikan beliau adalah kekasih Allah maka kenapa beliau tidak langsung meminta perlindungan kepada Allah berupa mukjizat atau sejenisnya, dan itu pasti dikabulkan. Tetapi beliau tidak melakukan itu agar kita umatnya dapat mengambil pelajaran yang berharga akan makna hijrah ini.

Adalah sebuah kewajiban bagi kita untuk menggunakan akal kita, menggunakan tenaga, dan potensi lain yang Allah berikan pada kita. Agar … kita dapat memperbaiki hidup kita, keluarga, lingkungan dan seterusnya. Demi kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.