Jangan lihat keburukan orang lain, dan lihatlah kelebihannya, maka kita akan lebih dapat menghargainya.

Mungkin itulah sebuah ungkapan yang sedikit perlu kita renungkan. Betapa, hari-hari kita lebih banyak digunakan untuk membahas kekurangan, keburukan, ketidaknyamanan orang lain dinadingkan dengan sisi positif yang ia miliki.

Masih hangat dalam bayangan kita, Bapak Alm. soeharto yang telah membangun bangsa ini selama kurang lebih 32 tahun meninggal dunia. Begitu banyak orang yang meneteskan air mata haru …Tatkala beliau dikabarkan meninggal. Aku adalah salah satunya.

Padahal, kita tidak memungkiri kalau akhir-akhir ini dan bahkan sejak sepuluh tahun lalu, Pak Harto selalu dikaitkan dengan masalah-masalah yang timbul sampai sekarang ini. Korupsilah, pelanggaran HAM-lah, dan sebagainya. Mungkin, banyak diantara kita yang sangat membenci beliau.

Tapi, ketika beliau wafat, seakan semuanya sirna tanpa ada bekasnya. Betapa tidak, sebenarnya jasa-jasa beliau jauh lebih banyak dibandingkan dengan cela yang mungkin sebenarnya tidak pernah beliau niatkan.

Tak dipungkiri, banyak warga yang merasa bahwa saat pemerintahan beliau semuanya jauh lebih baik. Tapi saudaraku, dunia ini terus berputar dan janganlah menyamaratakan masa lalu yang gemilang dengan masa kini yang sulit, pelik, dan penuh nestapa. Yang penting kita bisa legowo.