Gatal, tanganku selalu gatal untuk mengotori lembaran-lembaran putih dengan tinta yang terbentuk dalam –dalam penjara huruf, jeruji kata dan blokade kalimat-kalimat yang aku sendiri kurang faham kemana maksud dan tujuannya.

Entahlah, aku gatal bila tidak menulis. Aku gatal bila pada satu hari aku tidak membaca. Pernah berpikir, aku tidak punya ide, “Beku nih”. Sepertinya aku perlu inspirasi dan renungan -menyelami lautan imajinasi dan mendalami pemikiran-pemikiran yang orisinil dari apa yang telah diolah oleh akal jiwaku.

Tapi pada suatu saat sebuah ide terhujam dalam kalbuku. “Perjalanan hidupmu adalah inspirasi dan waktu yang kau jalani adalah perenungan-perenungan”. Jadi, tidak ada istilah harus mencari inspirasi atau melakukan perenungan dalam waktu yang khusus.