Tags

Ane orang yang kurang setuju dengan peringatan hari kartini. Kenapa? Karena RA Kartini bisa disebut sebagai inspirasi bagi wanita-wanita pemberontak. terus yang ane tahu gara-gara hari kartini banyak orang yang yang salah kaprah dan menyebabkan bangsa ini hancur.

Pasti kau bertanya, “maksudnya? Maksud ane karena semakin merebaknya wacana emansisapi banyak kaum hawa yang jadi pemberontak kodratnya dengan alasan yang klasik “emansisapi”. Padahal, entah emansisapi atau hawa nafsu ya yang diusung?

Lihatlah banyak anak generasi sekarang yang bisanya cuma …na’udzubillah …tahu sendirilah. Mudah-mudahan tak termasuk gue or ente. Banyak ibu yang lebih mementingkan karir dan menelantarkan anaknya padahal suaminya mampu mencukupi kebutuhannya secara proporsional.

Inilah program orang-orang yang ingin menghancurkan kehidupan Indonesia terutama umat islam. dengan doktrin emansisapi yang terus digembor-gemborkan semakin banyak wanita-wanita pembangkang yang begitu merajalela. Suami dan anak yang semestinya ia urus justru malah ia tinggalkan. Dan… ketika ada suami yang nikah lagi maka ia pun berapi-api menuntut kepada suaminya. Padahal suaminya melakukan hal itu semata-mata hanya ingin menemukan kembali sesuatu yang hilang. Bukan berarti gue dukung suami yang berkhianat lho…!

Tapi yang jelas gue kagak setuju kalau emansisapi disalahgunakan. Apalagi bawa-bawa nama pahlawan lagi. Lihat saja semakin orang menggaung-gaungkan emansisapi maka bangsa ini akan semakin hancur karena penafsirannya selalu disalahartikan.

Ane yakin kalau orang yang punya hati nurani pasti akan setuju dengan opini ini…?

Emansipasi itu sebenarnya sudah ada dalam ajaran Islam dan kita tinggal mengkajinya saja. Emansipasi bukan persamaan derajat karena derajat wanita toh sudah lebih mulia dari lelaki, seorang ibu misalnya. Kalau disamakan maka derajat wanita akan jatuh donk