Tags

Posting di pagi hari, dengan tanpa persiapan, mau nulis apaan? Yang jelas, selama masih bisa ngetik posting akan terus berjalan, berlari, walaupun terkadang sering tersandung dengan mood; moody koesnaedy kata Jangnora mah.

Yang jelas, aku sekarang tidak peduli sama moody, soalnya dia sudah punya suami dan sudah tua ehh..lebih dewasa daripada aku.

Selama matahari terbit, selama jantung berdetak, mata masih bisa melihat, tangan dan kaki masih bisa bergerak, kenapa tidak? Aku tetap posting. Oh iya lupa, selama masih punya duit buat bayar sewa di warnet.

Apa saja, yang penting ada rangkaian huruf yang memiliki makna, kata-kata yang tersusun menjadi sebuah kalimat yang dipahami dan semua bentuk, semua komponen, semua dimensi yang memang bisa untuk diungkapkan maka: aku akan selalu ngeblog.

Walau, terkadang jenuh, frustasi, mumet, dan berbagai rasa kegilaan terus hinggap dan bersemayam di hati (kayak lagu Mba Evi Tamala), aku tetap memaksakan. Karena semua yang ada di dunia ini bisa dipaksakan asal jangan bertentangan dengan aturan dan perundangan-undangan Yang Kuasa, bukan perundang-undangan DPR/MPR, itu mah boleh dilabrak asal yang memang tidak merugikan saudara kita yang lain.

Seperti Bapak Yusuf Kalla waktu mengikuti Car Free Day kemarin, ada oknum protokolernya yang tidak peka; orang lain mah dilarang pake kendaraan di jalan MH Tamrin, eh ini malah ngelabrak aja. Sebenarnya ini nggak masalah, tetapi karena yang bersangkutan adalah orang yang menjadi icon masyarakat semestinya dapat memberikan teladan yang baik walau sekecil apapun.

Bagaimanapun masyarakat sekarang sangat kritis. Kesalahan apapun akan mudah untuk tercium apalagi kalau yang mpunya salah itu adalah orang borjuis, para eksekutif bangsa ini.

Lihat Amin Nasution yang belum terbukti secara sah saja sudah sedemikian dihujat. Oleh berbagai media baik cetak maupun elektronik, semuanya menggembor-gemborkan isu itu. Beda halnya dengan orang di luar eksekutif negara, biar ia membawa uang satu triliyun pun rasanya tidak akan tercium. Walau sebenarnya merekapun sama ingin suap-menyuap.

Tapi tetaplah optimis, selama masih ada orang-orang yang dianggap pembersih masyarakat, maka keadilan akan menang walau harus menunggu seribu tahun lamanya (Jikustik).

Selamat berpusing-pusing, karena kalau tidak berpusing-pusing maka otak kita tidak akan pernah terpakai alias mubazir.