Tags

, ,

Hhhh …hh, jadi teringat kembali pada tahun 2006 silam saat-saat hasil SPMB diumumkan. Pagi hari, disaat udara kota-kampung Cililin masih segar aku bergegas berburu koran untuk mengetahui hasil dari tes beberapa waktu sebelumnya.
Ternyata, Alhamdulillah namaku tercantum di dalamnya. Saat itu aku benar-benar bersyukur dan sungguh bahagia dengan tiada terkira. Padahal aku tidak tahu pada waktu ke depannya aku tidak bisa mengambil dan memanfaatkan hasil kelulusanku karena terbentur biaya untuk daftar ulang yang waktu itu sekira 3 juta rupiah. Padahal waktu itu aku bersemangat sekali. Maklum aku adalah anak yang berfaham idealis dalam dunia pendidikan.
Sampai sekarang cita-citaku untuk kuliah belum tercapai, akan tetapi aku tetap yakin.**

Hal yang sama kini terjadi pada salah satu keluargaku. Dia lulus tes yang kini diberi nama Ujian Masuk Bersama (UMB ). Semoga saja mendapatkan kemudahan dan bisa masuk ke perguruan tinggi yang ditujunya. Semoga bisa mengurus masalah administrasinya dengan baik karena ia berada di sini sejak dari kecil. Lain halnya denganku, aku sekolah di Bandung, sedangkan daftar masuk PTN di jakarta. Ya jelas kewalahan karena tidak ada yang membantu secara optimal. Hanya bisa memelas dan mendatangi Panitia SPMB dan itupun tidak berhasil. Saat itulah aku mulai berpikir: mungkin sekarang belum waktunya dan aku harus bersabar. Semoga!