Tags

, , , , , ,

Ketika hamparan padang pasir yang sangat luas dan panas sudah menyurutkan mental kita untuk menaklukkannya. Ketika lautan yang tak berujung semakin terasa tak berujung. Ketika gunung tinggi yang didaki tak dapat lagi dipuncaki. Ketika berbagai masalah menyinggapi dan memanaskan kehidupan kita. Ketika hati kita terpatahkan oleh cinta dan asmara. Maka apakah kita masih punya semangat untuk mengarungi, semangat untuk mendaki, semangat untuk menyelesaikan, semangat untuk kembali mencari cinta dan asmara, dan semangat untuk hidup.

Maka, segeralah cari sumber pengharapan baru. Pengharapan yang lebih baik dan layak, yang akan memberikan kehakikatan. Bukan harapan yang sesaat dan terlupakan ketika ada yang lebih. Ketika ada yang bersinar lebih terang.

Lalu, dimana, dari siapa, kapan, dan bagaimana kau bisa mendapatkan harapan tersebut? Apakah dengan menikmati kenikmatan sesaat; dugem, melacur, muja kepada ratu siluman, korupsi, berbuat culas, dan berbagai kebejatan lainnya? Sungguh tidak! Dan semoga tidak akan terjadi hal sedemikian.

Semua hal yang bisa menyemangatimu hanyalah jika kau dapat mengetahui siapa dirimu secara hakikat.