Tags

, , , , , , ,

Masa kampanye sudah mulai terasa. Atribut partai berupa bendera dan spanduk sudah mulai sering terlihat di pinggir-pinggir jalan. Memang belum terlalu semarak, karena masa kampanye masih jauh. Akan tetapi kita harus siap-siap dari sekarang untuk menentukan pilihan pada pemilu tahun depan.

Kita harus berhati-hati dan jangan sampai salah pilih. Pemilu 2004 bisa kita jadikan pelajaran untuk menjaring pemimpin yang lebih bijak lagi. Jangan tertipu dengan embel-embel dan janji apapun. Uang, Kedudukan, peluang usaha, asas dan pemahaman yang memang kita inginkan. Apakah itu asas Pancasila ataupun asas Islam yang diembel-embelkan.

Jangan dukung partainya, apakah itu PKS, GOLKAR, DEMOKRAT, PDIP, PAN, PMB, HANURA, dan sejenisnya. karena toh ternyata semua memiliki kebaikan dan kekurangannya masing-masing. Tapi, pilihlah orangnya. Orang yang memang sudah kita kenal atau kita ketahui trek rekornya.

Jika kita berada pada partai yang besar, kita tak perlu merasa besar dengan berbusung dada, karena belum tentu kepilih. Lalu jangan pernah merasa kalau kita bersih karena berada pada partai yang dianggap bersih oleh manusia. Toh kalau didalami ternyata sama bejatnya dengan para oknum kader partai manapun yang memang bejat. Yah …pokoknya istikhoroh-lah, agar mendapatkan petunjuk jalan mana yang memang harus kita lalui.

Kampanye lewat sms

Sebuah terobosan yang lumayan untuk menghemat tenaga dari pada terlalu sering iring-iringan memacetkan jalan dan mengganggu roda perekonomian. Ya, memang masa-masa yang banyak dianggap sulit oleh sedikit banyak orang sekarang ini, terobosan-terobosan yang memberi efektifitas akan lebih dicari. Maka untuk Pemilu yang akan datang 70% kampanyenya lewat sms saja.

Usia Presiden 2009

Ada sebuah poling sms di sebuah radio lokal Jakarta yang menanyakan perlu-tidaknya pembatasan usia capres dan cawapres. Maka aku pun memberikan sebuah jawaban yang isinya adalah kriteria usia presiden untuk 2009 adalah berusia 80-85 tahun. Karena aku yakin tak ada politikus yang mumpuni sampai seusia itu. Itulah sebuah ungkapan dariku yang merasa kenapa masalah sepele seperti itu perlu dibahas apalagi ditakutkan seperti oleh Wapres tercinta kita JK.