Tags

, , , ,

Akhir-akhir ini sedang menyeruak isu bahwa MUI akan mengeluarkan fatwa bahwa rokok adalah benda haram. Mungkin bukan isu melainkan wacana yang memang sedang dalam proses realisasi. Lalu, berbagai komentarmu mulai bermunculan. Ada yang berupa polling tentang pendapat para pemirsa atau pembaca media. Dan sudah barang tentu kebanyakan akan menganggap bahwa rokok itu tidak haram, tetapi hanya makruh. Dengan mengatakan masih banyak ustadz yang ngerokok.

Memang masalah halal atau haram hanya ada pada lingkungan Islam (mungkin). Sehingga yang membahas masalah ini hanya dari kalangan muslim saja.

Rokok kebanyakan orang ketahui hukumnya adalah makruh. Makruh adalah sesuatu yang dibenci, ingat, dibenci oleh Allah, namun tidak mendapatkan dosa bagi siapa yang melakukannya. Dan, hal ini telah lama menjadi perdebatan di kalangan muslim karena sudah ada fatwa yang mengharamkan rokok.

Tentu tidak sembarang alasan sesuatu diharamkan, selain karena memang telah tertulis secara jelas jenis-jenisnya dalam al-Quran dan hadits, ada juga alasan yang tidak tertulis dengan jelas tetapi memiliki ciri-ciri benda yang diharamkan. Diantaranya adalah benda tersebut dapat merusak baik itu manusia, maupun lingkungannya. Dan tentu rokok adalah salah satunya. Maka, tak ada alasan lagi kalau rokok tidak haram. Hanya pemikiran yang dihadapkan pada hawa nafsu saja yang tidak menyetujui keharaman rokok.

Kalau Rokok Diharamkan maka Karyawan Pabrik Rokok Terancam

Masalah klasik di Indonesia. Tidak masalah kalau ada ratusan ribu karyawan yang terancam dari pada jutaan generasi kita yang harus hancur. Belum lagi triliyunan rupiah yang harus dikeluarkan pemerintah untuk membantu menanggulangi masalah penyakit yang disebabkan rokok. Ingat rokok itu mengancam tidak hanya pada pemakainya tetapi pada orang sekitar, dan benih yang ada pada kita selaku calon orang tua.

So, jika Anda adalah orang yang mendapatkan penghasilan dari rokok maka selamat Anda memperoleh kesempatan untuk menjadi pahlawan walau hanya mengorbankan rokok. Tentu tidak sebanding dengan pengorbanan para pejuang kita bukan? Yang berkorban segalanya.