Tags

, , , ,

Kau belum tiba, tetapi kesejukanmu sudah terasa. Hujan turun seakan menyambut hari esok, hari di mana kau tiba dan menyapa kami. Tak sekedar menyapa tetapi membawa berjuta rasa, cinta, dan kedamaian. Bukan untuk kami umat Islam, tetapi untuk seluruh makhluk di muka bumi, di seluruh jagat raya.

Sepertinya, kau adalah waktu di mana segala aura cinta berpusat. Sebuah titik yang sengaja Allah buat untuk menyadarkan umat agar kembali kepada kemuliaannya yang hakiki. Kemuliaan yang melebihi kemuliaan malaikat yang memang tidak pernah berbuat maksiat. Kemuliaan yang memuliakan sesamanya, kemuliaan yang memberi kesan bahwa kau adalah bulan yang harus dan memang selalu dirindukan.

Bulan di mana kenikmatan dunia-akhirat dapat dirasakan secara benar adanya. Kenikmatan yang selama sebelas bulan terakhir ini tidak pernah terasa kini mulai terasa indahnya. Kenikmatan suasana berbakti kepada-Mu, Ya Allah. Kenikmatan berbagi, kenikmatan menghormati sesama, kenikmatan menjaga diri dari mata jelalatan, dari telinga yang senang menguping aib saudara, mulut yang senang memfitnah, kenikmatan menjaga hati dari segala jenis penyakitnya.

Semoga kita dapat menjadi manusia yang rindu akan kedatangan Ramadhan karena akan semakin dekat dengan Allah dan dapat membuktikan rasa rindu itu dengan tingkah nyata. Amin.