Terlambatkah aku menyadari semuanya?
Lalu, dari dahulu kemana aku…?
Manismu seakan terasa sudah …
Tapi itu hanya dalam lamunan

Aku takut pahit yang kurasa dalam nyata
Seharusnya kah dari dahulu?
Tidakkah ada boleh sekarang?
Karena aku mau sekarang.

Dulu, anggaplah aku buta, tuli dan bisu
hingga tak memberikan sesuatu dari hatiku
Tapi kini hatiku berlimpah untukmu
untuk menemanimu yang tak pernah kesepian

Raut wajah itu seakan mengingatkan aku
Bahwa aku tiadalah sanggup menguasai jiwaku sendiri
Garis-garis merah yang tak pernah kau sadari di wajahmu
Tanda asa untukku atasmu