Tags

, , ,

“Siapa yang bisa menunjukkan ketulusan. Kalaupun ia terlihat tulus apakah itu sebuah kesungguhan atau kamuflase belaka …“

 

Tanggal 7 April HP-ku terjatuh. Entah jatuh dimana yang jelas antara Depok-Kalisari. Saat hal tersebut aku sadari aku hanya bisa berdoa; semoga yang menemukan berniat mengembalikannya karena bagitu berartinya isi HP tersebut. Harga HP-nya sich nggak seberapa. Berulang kali aku telepon nomorku itu, belum juga ada yang mengangkat. Aku berfikir barang kali  belum ada orang yang menemukan HP-ku tersebut.

 

Sampai pada sore harinya aku menelepon nomorku itu dan akhirnya ada yang mengangkat panggilanku itu. Suara perempuan, dan ternyata ia berniat mengembalikan HP-ku itu. Aku begitu bersyukur … Mudah-mudahan Tuhan memberikan segala kebaikan karena dia berani beda dengan orang lain yang mungkin bagi sebagian orang tidak aneh.

 

Terima kasih, satu kata yang sungguh tidak cukup untuk menghargai ketulusannya. Apalagi dinodai dengan materi. Tapi aku  bisa memberi apa? masa aku harus berikan jiwa dan ragaku? Belum tentu dia mau!

 

Sekarang aku hanya bisa sedikit berharap suatu saat aku bisa membalas kebaikannya, kapanpun.

Terima kasih gadis manis, maaf aku lupa namamu