Tags

, , , , , , ,

kabutHidup terus berjalan, bumi terus berputar pada porosnya dan tetap mengelilingi matahaari. Rembulan terkadang muncul ditengah gulitanya malam; jika malam itu cerah. Namun, rasanya nusantara kini selalu dirundung mendung dan dilanda hujan tangis mengiris.

Dilematis tapi tetap harus berlajur pada rel-rel nurani yang bersih dari iri dan dengki, ambisi kepada duniawi.

Noda, ketika pertama kali sadar bahwa itu terjadi, berharap tidak lagi meski terus dan terus menerpa. Tangisan sepi yang mengiris hati tak sedikitpun melepaskan dari derita jiwa karena cinta; karena cinta yang diharap semu dan sesaat.

Hanya sesaat untuk senang-senang, dan hura-hura, bukan untuk masa depan yang menanti; tidak tahu cerah suramnya.

Untuk ketidakjelasan hidup dan tujuan, ketidakjelasan status, ketidakjelasan nasib, dan seterusnya.

Semuanya seakan suram ditutupi kabut yang entah mengapa selalu ada dalam pagi hati. Kabut yang sama sekali tidak memberikan kesejukan apapun. Apalagi rasa segar di jiwa.