Semangat

JANGANLAH BERSIKAP PESIMIS! (WAJIB OPTIMIS)

Janganlah kamu bersikap lemah (pesimis), dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman (Q.S. Ali Imran:139)

 

Dalam Tafsir DEPAG dijelaskan:

Ayat ini menghendaki agar kaum muslimin jangan bersifat lemah dan bersedih hati, meskipun mereka mengalami kekalahan dan penderitaan yang cukup pahit pada perang Uhud, karena kalah atau menang dalam sesuatu peperangan adalah soal biasa yang termasuk dalam ketentuan Allah.
Yang demikian itu hendaklah dijadikan pelajaran. Kaum muslimin dalam peperangan sebenarnya mempunyai mental yang kuat dan semangat yang tinggi jika mereka benar-benar beriman.

***

Dalam KBBI online pésimis (n) diartikan: orang yg bersikap atau berpandangan tidak mempunyai harapan baik (khawatir kalah, rugi, celaka, dsb); orang yg mudah putus (tipis) harapan.

Orang-orang yang memiliki sikap pesimis ialah mereka yang memandang hidupnya selalu berkabut hitam dan sangat menakutkan. Pandangannya selalu buruk, segala sesuatunya terlihat hitam padanya. Dahinya selalu mengkerut, wajahnya selalu cemberut, dadanya terasa sesak, ia tidak mempunya (mempedulikan) cita-cita, harapan, kelapangan, serta kemudahan. Dunia di pandangan dengan pandangan sinis, ia beranggapan hidupnya selalu miskin (gagal), kelaparan terus-menerus tanpa ada akhirnya, serta penyakit yang tak kunjung sembuh.

Inilah orang-orang yang mengidap penyakit mental dalam hidupnya. Ia selalu merasa mati, padahal kematian yang sesungguhnya belum datang. Ia selalu merasa miskin padahal ia berkecukupan bahkan termasuk orang kaya. Ia selalu merasa haus dan kelaparan, padahal ia tidak pernah kekurangan harta yang mau dimakan. Dialah manusia rakus yang hidupnya serba kekurangan. Ia adalah orang yang tidak pernah mensyukuri nikmat yang telah diberikan oleh Tuhan-nya.

Dalam menafsirkan ayat di atas Sayyid Quthb berkata : Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah kamu bersedih hati atas apa yang menimpamu; dan jangan pula kamu bersedih hati atas apa yang lepas dari tanganmu, padahal kamu adalah orang-orang yang tinggi. Aqidah kalian lebih tinggi karena kalian bersujud pada Allah semata sedangkan mereka menyembah pada salah satu makhlukNya atau sebagian dari makhluknya. Manhaj hidup kalian lebih tinggi sebab kalian berjalan di atas manhaj Allah sedangkan mereka berjalan di atas manhaj ciptaan makhlukNya. Peran kalian lebih tinggi sebab kalian mendapat tugas untuk memberi petunjuk kepada manusia secara keseluruhan yang sedang berjalan tanpa manhaj atau menyimpang dari manhaj yang lurus. Posisi kalian di muka bumi lebih tinggi sebab kalian adalah pewaris bumi yang Allah janjikan pada kalian, sedangkan mereka menuju pada kebinasaan dan dilupakan. Maka jika kalian benar-benar beriman pasti kalian akan lebih tinggi, dan janganlah kalian bersikap lemah serta bermuramdurja (Tafsir Fi Zhilal al Quran,I/480)*

Wallohu a’lam …

SEMOGA kita semua tergolong insan yang bisa meng-OPTIMALISASI Optimis. Amin.